Haji Lane Street, Cerita Gang Kecil di Singapura

Hellooo… akhir tahun kamu mau menghabiskan uang di mana? Ups maksud saya, ke mana kamu pergi di holiday akhir tahun? Hehe Kalau t...

3 Januari 2019

Trip Malam Tahun Baru Ke Tempat Terlarang Kembang Api



Merayakan malam tahun baru, jauh hari pasti sudah planing mau ke mana dan bersama siapa. Setiap orang punya cara berbeda merayakan tahun baru, di Indonesia perbedaan ini selalu jadi perbincangan tahunan, tapi yang terpenting ada optimisme baru untuk tahun baru dengan semangat baru dan energi terbaru.

Malam tahun baru yang pasti dinanti kebanyakan orang adalah kemeriahan kembang api. Nah, justru malam tahun ini saya malah di tempat terlarang kembang api. Aneh? Ketika orang mendekati lokasi pesta kembang api di malam tahun baru, saya malah di tempat terlarang menyalakan kembang api. Bikin penasaran nggak, sih?

Di Jakarta dan sekitarnya, malam Tahun baru 2019 rasa tahun baru imlek, hujan tak henti-henti sepanjang hari sejak jelang maghrib hingga jam pergantian tahun, kadang deras kadang rintik. Tapi tetap tak membendung antusias semangat masyarakat merayakannya.

Tahun baru bagi sebagian pekerja kantoran adalah kesempatan memborong cuti tahunan. Itu tak berlaku bagi saya yang harus memantau whatsapp group. Dan inilah trip malam tahun baruku.

DIGUYUR HUJAN SEPANJANG JALAN

Untuk menuju tempat terlarang kembang api itu, saya tempuh dengan mengendarai sepeda motor, karena lokasi masih di kawasan Jakarta tidak begitu jauh dari tempat tinggalku jarak tempuhnya 1 jam sampai 2 jam. Lagi pula untuk naik sepeda motor juga untuk meminimalisir terjebak kemacetan, apalagi di malam tahun baru. Kalau saya naik sepeda motor bisa selap-selip dan melewati jalan tikus.

Oh ya…, tempat terlarang kembang api itu berada di utara Jakarta, yakni Terminal Bahan Bakar (TBBM) Jakarta Group, Plumpang. Menurut catatan Pertamina, TBBM Plumpang  Pertamina ini masuk dalam daftar nominasi 7th Most Efficient Storage Terminal pada Global Tank Storage Award 2018. Wow, kan?



Kembali ke perjalanan, antisipasi keterlambatan saya memutuskan berangkat jam 17.00. Perjalanan cukup lancar, hanya saja tidak terlalu tancap gas, mengingat sepanjang perjalanan hujan tak pernah berhenti. Dari Ciputat, melewati jalan Trogong, Cipete, Antasari, Wijaya, Tendean hingga Taman Menteng masih lancar, mungkin efek hujan sehingga orang memilih untuk tidak pergi ke luar. Memasuki stasiun Gondangdia hingga stasiun Gambir agak tersendat macet karena sudah mulai banyak orang dan kendaraan yang mendatangi Monas salah satu titik keramaian malam tahun baru di Jakarta.

Dengan cuaca hujan sepanjang jalan dan tidak mengebut ditambah kesasar, jam 20.00 saya baru bisa sampai ke lokasi tujuan buat menghabiskan malam terakhir 2018.

AKTIFITAS DI TERMINAL BBM PLUMPANG

Tidak terbayang memang malah tahun baru berada di sini. Meski ini bagian dari pekerjaan tapi anggap saja ini trip malam tahun baru yang sangat langka….

Trip ke Terminal BBM Pertamina ini adalah yang kedua. Sebelumnya pada 17 Agustus 2016. Cerita singkatnya bisa dibaca di link ini TBBM Boyolali . Terminal BBM Pertamina termasuk lokasi vital nasional, jadi tidak sembarangan orang bisa bebas masuk.

Di Terminal BBM Plumpang ini berjumpa dengan para pengantar energi Awak Mobil Tangki (AMT), merekalah para super hero di malam tahun baru. Malam tahun baru jauh dari keluarga, bagi mereka memang harus diikhlaskan. Namun bagi para super hero Pertamina ini, malam tahun baru juga menjadi malam yang spesial karena menjadi yang terdepan melayani masyarakat dalam pendistribusian BBM.



Di Termina BBM Plumpang juga berjumpa para direksi Pertamina beserta jajarannya. Termina BBM Plumpang ini merupakan salah satu posko Satgas Natal dan tahun baru untuk memastikan pasokan BBM dan LPG aman selama momen libur dua momen besar itu. Untuk memastikan pasokan di malam tahun baru dilakukan teleconference dengan seluruh unit Pertamina di seluruh Indonesia. Asal tahu saja Pertamina ini salah satu BUMN yang piket tidak pernah libur dan tidak bisa kemana-mana karena harus melayani masyarakat saat Natal dan Tahun Baru. Bagai tidak ada warna merah di kalender. Satgas libur dan natal ini, Pertamina melibatkan 16.000 personel dari mulai hulu ke hilir. Terlebih ada tol Trans Jawa dan sepanjang Sumatera kita harus siapkan SPBU yang buka 24 jam.



Di akhir cerita, kebagian ikut menyaksikan jajaran direksi Pertamina melepas dan menyapa Awak Mobil Tanki Pertamina yang bertugas menyalurkan BBM pada malam pergantian tahun. Ceritanya penyaluran terakhir di ujung tahun 2018.




WARNA PRODUK PERTAMINA



Berkunjung ke Terminal Bahan Bakar Minyak Pertamina akhirnya saya jadi tahu produk apa saja yang diproduksi Pertamina, kita bisa membedakannya dari warna. Ayo…. mobil atau sepeda motormu suka minum yang warna apa…? Pastikan pilih bahan bakar yang ramah lingkungan yah.



Tepat jam 12 malam selesai acara selesai pula trip di Terminal BBM Plumpang. Saya memutuskan langsung pulang meskipun hujan kembali menderas. Mumpung mata belum terserang kantuk akut, demi keselamatan di jalan. Padahal kalau bertahan sejenak di di Terminal Bahan Bakar Pertamina di Plumpang, saya masih bisa menikmati durian, pisang rebus, ubi rebus, jagung rebus, plus minumnya bajigur hm….., tapi ya sudah memang harus pulang tanpa bungkus kelezatan cemilan apapun hehe.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Matur nuwun, sampun mlebet teng saung gue
monggo telusuri dan ninggalin jejak