Merayakan malam tahun baru, jauh hari pasti
sudah planing mau ke mana dan bersama siapa. Setiap orang punya cara berbeda
merayakan tahun baru, di Indonesia perbedaan ini selalu jadi perbincangan
tahunan, tapi yang terpenting ada optimisme baru untuk tahun baru dengan
semangat baru dan energi terbaru.
Malam tahun baru yang pasti dinanti kebanyakan
orang adalah kemeriahan kembang api. Nah, justru malam tahun ini saya malah di
tempat terlarang kembang api. Aneh? Ketika orang mendekati lokasi pesta kembang
api di malam tahun baru, saya malah di tempat terlarang menyalakan kembang api.
Bikin penasaran nggak, sih?
Di Jakarta dan sekitarnya, malam Tahun baru
2019 rasa tahun baru imlek, hujan tak henti-henti sepanjang hari sejak jelang
maghrib hingga jam pergantian tahun, kadang deras kadang rintik. Tapi tetap tak
membendung antusias semangat masyarakat merayakannya.
Tahun baru bagi sebagian pekerja kantoran
adalah kesempatan memborong cuti tahunan. Itu tak berlaku bagi saya yang harus
memantau whatsapp group. Dan inilah trip malam tahun baruku.
DIGUYUR HUJAN SEPANJANG JALAN
Untuk menuju tempat terlarang kembang api itu,
saya tempuh dengan mengendarai sepeda motor, karena lokasi masih di kawasan
Jakarta tidak begitu jauh dari tempat tinggalku jarak tempuhnya 1 jam sampai 2
jam. Lagi pula untuk naik sepeda motor juga untuk meminimalisir terjebak
kemacetan, apalagi di malam tahun baru. Kalau saya naik sepeda motor bisa
selap-selip dan melewati jalan tikus.
Oh ya…, tempat terlarang kembang api itu
berada di utara Jakarta, yakni Terminal Bahan Bakar (TBBM) Jakarta Group,
Plumpang. Menurut catatan Pertamina, TBBM Plumpang Pertamina ini masuk dalam daftar nominasi 7th
Most Efficient Storage Terminal pada Global Tank Storage Award 2018. Wow, kan?
Kembali ke perjalanan, antisipasi
keterlambatan saya memutuskan berangkat jam 17.00. Perjalanan cukup lancar,
hanya saja tidak terlalu tancap gas, mengingat sepanjang perjalanan hujan tak
pernah berhenti. Dari Ciputat, melewati jalan Trogong, Cipete, Antasari,
Wijaya, Tendean hingga Taman Menteng masih lancar, mungkin efek hujan sehingga
orang memilih untuk tidak pergi ke luar. Memasuki stasiun Gondangdia hingga
stasiun Gambir agak tersendat macet karena sudah mulai banyak orang dan
kendaraan yang mendatangi Monas salah satu titik keramaian malam tahun baru di
Jakarta.
Dengan cuaca hujan sepanjang jalan dan tidak
mengebut ditambah kesasar, jam 20.00 saya baru bisa sampai ke lokasi tujuan
buat menghabiskan malam terakhir 2018.
AKTIFITAS DI TERMINAL
BBM PLUMPANG
Tidak terbayang memang
malah tahun baru berada di sini. Meski ini bagian dari pekerjaan tapi anggap
saja ini trip malam tahun baru yang sangat langka….
Trip ke Terminal BBM
Pertamina ini adalah yang kedua. Sebelumnya pada 17 Agustus 2016. Cerita singkatnya
bisa dibaca di link ini TBBM Boyolali . Terminal BBM Pertamina termasuk lokasi vital nasional, jadi tidak sembarangan
orang bisa bebas masuk.
Di Terminal BBM
Plumpang ini berjumpa dengan para pengantar energi Awak Mobil Tangki (AMT), merekalah
para super hero di malam tahun baru. Malam tahun baru jauh dari keluarga, bagi
mereka memang harus diikhlaskan. Namun bagi para super hero Pertamina ini,
malam tahun baru juga menjadi malam yang spesial karena menjadi yang terdepan melayani
masyarakat dalam pendistribusian BBM.
Di Termina BBM
Plumpang juga berjumpa para direksi Pertamina beserta jajarannya. Termina BBM
Plumpang ini merupakan salah satu posko Satgas Natal dan tahun baru untuk
memastikan pasokan BBM dan LPG aman selama momen libur dua momen besar itu. Untuk
memastikan pasokan di malam tahun baru dilakukan teleconference dengan seluruh
unit Pertamina di seluruh Indonesia. Asal tahu saja Pertamina ini salah satu BUMN
yang piket tidak pernah libur dan tidak bisa kemana-mana karena harus melayani
masyarakat saat Natal dan Tahun Baru. Bagai tidak ada warna merah di kalender.
Satgas libur dan natal ini, Pertamina melibatkan 16.000 personel dari mulai
hulu ke hilir. Terlebih ada tol Trans Jawa dan sepanjang Sumatera kita harus
siapkan SPBU yang buka 24 jam.
Di akhir cerita,
kebagian ikut menyaksikan jajaran direksi Pertamina melepas dan menyapa Awak
Mobil Tanki Pertamina yang bertugas menyalurkan BBM pada malam pergantian tahun.
Ceritanya penyaluran terakhir di ujung tahun 2018.
WARNA PRODUK
PERTAMINA
Berkunjung ke Terminal
Bahan Bakar Minyak Pertamina akhirnya saya jadi tahu produk apa saja yang
diproduksi Pertamina, kita bisa membedakannya dari warna. Ayo…. mobil atau
sepeda motormu suka minum yang warna apa…? Pastikan pilih bahan bakar yang ramah
lingkungan yah.
Tepat jam 12 malam selesai
acara selesai pula trip di Terminal BBM Plumpang. Saya memutuskan langsung
pulang meskipun hujan kembali menderas. Mumpung mata belum terserang kantuk
akut, demi keselamatan di jalan. Padahal kalau bertahan sejenak di di Terminal
Bahan Bakar Pertamina di Plumpang, saya masih bisa menikmati durian, pisang
rebus, ubi rebus, jagung rebus, plus minumnya bajigur hm….., tapi ya sudah
memang harus pulang tanpa bungkus kelezatan cemilan apapun hehe.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Matur nuwun, sampun mlebet teng saung gue
monggo telusuri dan ninggalin jejak