Haji Lane Street, Cerita Gang Kecil di Singapura

Hellooo… akhir tahun kamu mau menghabiskan uang di mana? Ups maksud saya, ke mana kamu pergi di holiday akhir tahun? Hehe Kalau t...

30 Desember 2018

Magic Art 3D Museum, Destinasi Baru Kota Tua Jakarta


Dulu waktu itu, kami hanya berdua menikmati liburan di Kota Tua, Jakarta. Masih jaman Trans Jakarta pakai tiket sobek, sekarang sudah pakai kartu elektronik. Sekarang jelang akhir tahun 2018, kami kembali liburan ke Kota Tua, tapi tak lagi berdua, sekarang kami bertiga.




SEKILAS WISATA KOTA TUA JAKARTA

Batava Lama (Old Batavia), sebutan lain Kota Tua Jakarta, sebagai permukiman penting, pusat kota, dan pusat perdagangan di Asia sejak abad ke-16. Kota Tua Jakarta merupakan rumah bagi beberapa situs dan bangunan bersejarah di Jakarta. Beberapa situ itu menurut catatan Wikipedia di antaranya Gedung Arsip Nasional, Gedung Chandranaya, Vihara Jin De Yuan (Vihara Dharma Bhakti), Petak Sembilan, Pecinan Glodok dan Pinangsia, Gereja Sion, Tugu Jam Kota Tua Jakarta, Stasiun Jakarta Kota, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Standard-Chartered Bank, Kota's Pub, VG Pub Kota, Toko Merah, Cafe Batavia, Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah (bekas Balai Kota Batavia), Museum Seni Rupa dan Keramik (bekas Pengadilan Batavia), Lapangan Fatahillah, Replika Sumur Batavia, Museum Wayang, Kali Besar (Grootegracht) ,Hotel Former, Nieuws van de Dag, Gedung Dasaad Musin, Jembatan Kota Intan, Galangan VOC, Menara Syahbandar, Museum Bahari, Pasar Ikan, Pelabuhan Sunda Kelapa, Masjid Luar Batang.


Arsitektur  bangunan-bangunan peninggalan masa kolonial Belanda dan yang masih kokoh dan mengingatkan suasana Jakarta tempo dulu, menjadi daya tarik wisatawan. Tak heran jika banyak sekali wisatawan yang datang berkunjung ke Kota Tua, baik wisatawan lokan maupun luar negeri.

Di antara gedung-gedung peninggalan Belanda yang banyak dikunjungi di antaranya: 1) Museum Fatahillah. Museum ini menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia mencapai kemerdekaan. Di Museum ini banyak sekali peninggalan benda-benda jaman Belanda yang masih tersimpan rapih. Untuk masuk ke museum ini cukup murah dan biasanya antri kalau di hari libur. 2) Museum Bank Indonesia. Museum ini peninggalan De Javasche Bank, berdiri sejak 1828. Di sini kita dapat melihat beragam informasi terkait perbankan di Indonesia. 3) Museum Wayang. Ini salah satu favorit saya kalau ke Kota Tua Jakarta. Di sini kita dapat mengenal dan melihat rupa-rupa wayang asli di seluruh Indonesia. Bahkan ada wayang dari luar negeri seperti dari Thailand, Kamboja, Tiongkok, hingga Suriname. Setiap bulan di museum wayang ada pertunjukan wayang di mingu ke-2 dan minggu ke-3.


Kalau kamu mau berkeliling, kamu bisa coba naik sepeda onthel yang disewakan oleh  Paguyuban Onthel Wisata Kota Tua. Kalau kamu suka berbagi foto di media sosial, cantik juga berfoto di atas sepeda onthel dengan latar belakang gedung-gedung tua.




MODA TRANSPORTASI KE KOTA TUA

Semenjak ada Bus Trans Jakarta, saya tak lagi naik Metro Mini 86 jurusan Lebak Bulus – Kota untuk menuju ke Kota Tua. Bus Trans Jakarta bisa jadi andalan kamu juga untuk menuju ke sana. Kalau kamu sama dengan domisili saya di sekitar UIN Jakarta, kamu cukup satu kali naik angkot dan turun di halte Pondong Pinang, langsung naik Bus Trans Jakarta menuju Harmoni. TransiT sejenak di Harmoni, pindah naik bus Trans Jakarta yang menuju Kota.  Kenapa Bus Trans Jakarta jadi pilihan? Karena lebih nyaman dan bebas macet sehingga waktu tempuh lebih cepat dan ongkos lebih murah.

Tapi, hari minggu kemarin kami mencoba naik KRL dari stasiun Kebayoran Lama, transit di stasiun Tanah Abang, Naek KRL jurusan Bogor, transit di Manggarai dan satu kali naik lagi KRL menuju stasiun Kota. Perjalanan ditempuh kurang lebih 1 jam 20 menit. KRL juga bisa menjadi pilihan transportasimu menuju Kota Tua, selain Trans Jakarta. Trans Jakarta dan KRL memang transportasi favorit warga ibu kota Jakarta dan sekitarnya.

Yang agak tak nyaman naik KRL adalah ketika di stasiun. Di beberapa stasiun untuk berpindah jalur peron, mengharuskan kita naik turun tangga, seperti di stasiun Kebayoran Lama dan stasiun Tanah Abang. Ketidaknyamanannya adalah tidak semua tangga adalah tangga escalator. Jadi butuh tenaga ekstra membawa anak tiga tahun dan tas ransel. Apalagi saat itu aktifitas orang di stasiun cukup padat.

Akhirnya sampai di stasiun Kota. Untuk menuju wisata Kota Tua, pastikan dari pintu keluar stasiun sebelah kanan pas kamu turun dari KRL. Dari stasiun menuju wisata Kota Tua cukup jalan kaki 2 menit. Tapi sayang, trotoarnya dikuasai pedagang kaki lima bahkan sampai ke bahu jalan raya. Jalan kaki pun jadi tidak nyaman karena berdesakan dengan pejalan kaki yang berlawan arah. Apa mungkin karena sedang liburan sehingga pedagang kaki lima diberi kebebasan menguasai trotoar? Entahlah.

MAGIC ART 3D MUSEUM, YANG BARU DI KOTA TUA


Di dalam gedung-gedung tua Kota Tua Jakarta ternyata menyajikan sisi kekinian juga. Dan tujuan wisata kami ke Kota Tua adalah itu, ke Magic Art 3D Museum. Di dalam museum 3 dimensi ini, kita bisa memuaskan diri berfoto ria dengan lukisan-lukisan unik. Semua lukisan di sini ada sekitar 100, yang semua dilukis dengan tangan oleh  para pelukis dari Korea dan Indonesia. Lokasi Magic Art 3D Museum berada di Gedung Kerta Niaga 1.


Di libur natal kemarin, tiket masuk untuk dewasa seharga Rp 80.000, pelajar Rp 60.000, dan gratis untuk anak di bawah usia 4 tahun. Untuk masuk ke Museum, para pengunjung tidak boleh membawa makanan dan alas kaki harus dilepas. Pengelola museum menyediakan tempat penitipan barang dan menyediakan sandal bersih khusus untuk masuk ke museum, mungkin tujuan  menjaga agar tidak terjadi yang tidak diinginkan terhadap lukisannya, karena ada beberapa lukisan 3D yang terpampang di lantai.



Jangan lupa, pastikan memory handphone cukup, baterai handphone full, dan kalau bisa bawa power bank, karena di sini kamu bakal mabok foto dengan beragam pose. Dan jika bingung untuk memilih angle yang tepat, jangan khawatir, ada petugas museum yang siap menjadi potografermu. Di lantai museum juga telah disediakan tanda dan contoh gambar dan gaya untuk berfoto di sisi depan setiap lukisan. Tanda ini menjadi tempat berpijak agar hasil fotonya maksimal.



Area musim ini cukup luas terdiri dari dua lantai yanga terbagi ke beberapa zona lukisan antara lain Zona Lukisan, Zona Satwa, Zona Laut, Zona Rutinitas, Zona Dinosaurus, Zona Petualangan dan Zona Horror.


Selain seru-seruan foto berpose dengan lukisan 3D, ada juga ruangan yang unik salah satunya mirror maze. Kami coba masuk ke sana, hanya ada pencahayaan seadanya. Ruangan ini labirin yang dikelilingi kaca, sebelum masuk kami dibekali semacam tongkat kecil.


Tongkat ini berfungsi untuk meraba setiap sisi labirin agar tidak  menabrak karena semua dindingnya adalah cermin.  Kalau kita sudah masuk labirin, hampir tidak bisa menebak posisi dinding cermin, kalau tidak hati-hati berjalan bisa nambrak-nabrak.


Sampai jumpa di cerita jalan-jalan seru selanjutnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Matur nuwun, sampun mlebet teng saung gue
monggo telusuri dan ninggalin jejak