Haji Lane Street, Cerita Gang Kecil di Singapura

Hellooo… akhir tahun kamu mau menghabiskan uang di mana? Ups maksud saya, ke mana kamu pergi di holiday akhir tahun? Hehe Kalau t...

20 Desember 2018

Haji Lane Street, Cerita Gang Kecil di Singapura



Hellooo… akhir tahun kamu mau menghabiskan uang di mana? Ups maksud saya, ke mana kamu pergi di holiday akhir tahun? Hehe

Kalau tujuanmu adalah Singapura, saya akan bercerita satu lane kecil yang wajib kamu kunjungi, Haji Lane Street. Ini berdasar true story ketika saya visit Singapura.

Haji Lane Street sebenarnya hanya Gang Kecil, tapi saya jamin kamu bakal ketagihan beberapa kali take foto dengan beragam pose. Hampir semua sudut lane ini sangat instagramable, perpaduan gedung arsitketur klasik dan nuansa modern. Saya sarankan kalau kamu berkunjung ke Haji Lane Street hanya berswafoto, datanglah pagi-pagi saat café atau toko belum semua buka. Kalau mau nongkrong dan belanja, sebaiknya datang siang atau sore saat semua café dan toko sudah buka. Tapi kalau kamu mau seharian di sini juga seru. Sambil sesekali ke Kampong Glam.


JALAN KAKI KE HAJI LINE

Saat itu saya jalan kaki menuju Haji Lane, karena tempat saya menginap di Kitchener Road tidak begitu jauh jaraknya. Start jam 6.30 pagi perjalanan di mulai dari Kitchener Road, melewati kawasan Little India dan Chinatown. Kendaraan di jalan raya masih begitu sepi karena weekend. Sampai di tujuan tidak lebih dari 30 menit, lumayan membakar kalori hehe.



Nah, kalau tempat penginapanmu agak jauh atau baru datang di Bandara Changi mau langsung ke Haji Lane Street, gampang banget guys. Naik transportasi andalan di Singapura, MRT, jalur MRT nya kamu bisa lihat di peta rute MRT, nanti patokannya kamu turun di Stasiun Bugis. Setelah keluar dari stasiun Bugis, cukup jalan kaki saja mengarah ke Parkview Square atau Raffles Hospital. Jalan kaki  cuma sekitar 5 menit aja, sudah deh itu di seberang jalan adalah kawasan Masjid Sultan dan Haji Lane Street.


Saya tidak langsung ke Haji Lane, mampir dulu Kampung Glam untuk sarapan. Konon Tahun 1800-an, area Kampong Glam ini merupakan tempat tinggal para bangsawan Melayu. Di Kampung Glam terdapat Masjid Sultan, masjid pertama yang dibangun di Singapura. Asyik juga sih di sini buat foto-foto, bangunan cafenya unik-unik. Suasana Timur Tengahnya sangat terasa.

Selesai sarapan, langsung menuju Haji Lane, lokasinya sangat dekat kok dengan Kampung Glam, kurang dari 5 menit jalan kaki sudah sampai. Sepanjang jalan saya bertemu dengan para pelukis jalanan yang kreatif melukis gedung sekitar dan suasana jalanan di pagi hari.

 




DAYA TARIK HAJI LANE STREET

Seperti yang saya katakan, sebenarnya Haji Lane hanya gang kecil tapi sangat popular dan ramai dikunjungi wisatawan. Apa sih yang menarik? Di gang ini semua bangunannya bergaya klasik tapi penuh dengan mural atau gravity yang sangat bagus sekali, inilah yang membuat ramai pengunjung. Cocok untuk nongkrong cantik dan posting di instragram, mural atau gravity nya "instagramable". Berpuas-puaslah kamu foto di Haji Lane. Siapkan memory maksimal di Hp mu hehe.

Selain sangat instagramable, di Haji Lane Street juga banyak kafe-kafe gaul buat nongkrong cantik sih, tapi periksa dulu budget di dompetmu. Di Haji Lane juga ada beberapa butik, kalau kamu pandai menawar boleh juga belanja sepuasnya, katanya sih harga grosir bisa lebih murah dibanding kamu belanja di tempat lain. Di sini juga banyak toko-toko souvenir yang lucu-lucu juga.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Matur nuwun, sampun mlebet teng saung gue
monggo telusuri dan ninggalin jejak