Haji Lane Street, Cerita Gang Kecil di Singapura

Hellooo… akhir tahun kamu mau menghabiskan uang di mana? Ups maksud saya, ke mana kamu pergi di holiday akhir tahun? Hehe Kalau t...

15 September 2007

Sekedar Mimpi Jorok Korban Politik Kampus

TAK KU DUGA TERNYATA......

Ternyata... ketika jauh jarak, perasaan kekeluargaan, dekat itu baru ku rasa
Benar juga.... ketika jarak begitu memisahkan, rasa dekat itu makin kental...kah?
Entah....selalu yang teringat adalah kawan-kawan Ciputat
Sepertinya belum tergantikan walau aku di tanah rencong
So sory kadang kebanyakan sms yang gak jelas mampir di hp kawan-kawan
Emang gatel sih, gue mau tau aja ada apa di ujung piramid sana....
Sedang apa Bang Masri di sana ya.....hehehe

Rekaman wajah-wajah ‘ijo’ itu selalu muncul
walau kadang bantre lobet



Pagi itu...“apa yang terjadi, terjadilah. Selalu legowo namun tetep yakin usaha sampai”, send-ku dalam sms. Jujur aku katakan kalau sebenarnya aku punya insting kita tidak akan lagi duduk di BEM FDI. Mulai dari sms fathullah kalau angkatanku (katakanlah senior) pada gak nongol-nongol. Barok ada di Tegal dengan adanya musibah keluarganya. Eko pun tak kunjung nampak idungnya karena ternyata ada di rumah makan Padang. Namun, saat ada sms mampir kalau saat kampanye huruf ‘r’, kawan-kawan semester tiga begitu kompak dan semangat....sepertinya ada sesuatu yang baru yang bakal terjadi buat penghijauan.

Insting jorok itu muncul lagi saat ketua propesa FDI 2x ‘Bang fauzi’ sms, “mustain minta nomor hp aminuddin, gue udah ketar-ketir nih”, coretnya di hp. Gue bales “gak tau” dan muncul lagi coretannya “in, gue lagi deg-degan nih, senior PPM komplet pada nongkrong, minta doax gito”, kira-kira begitu (maaf bang Fauzi kalau gak persis coz keburu gue delete sebelum gue ngetik nih). 18.29 muncul Bang zamronk “coy! Mhon doax, prhtngn msh blm safety, tmn td brjuang bngt nich...Yakin usaha sampai”, contekku 100% dari smsnya. Huh! Sepertinya lagi pada tegang nih di Ciputat, tak terasa gue pun tegang-tegangan juga. “Oke, gue lagi muter tasbeh nih plus bakar kemenyan”, balasku. He.he.he moga gak ketawa.

Sore itu aku terlelap tidur di kamar sempit 208 di pojok hotel Meuligou Meulaboh. 19.07 Saatnya waktu adzan magrib untuk daerah Meulaboh dan sekitarnya lewat dikit, aku terbangunkan oleh bunyi sms, ku buka “K, kt br slesai penghtngn nih, alhamd kt menang.slm dr semuany”, celetuk Nina dalam sms-nya. Kemudian menyusul sms dari Mia dengan busyro yang sama namun redaksi yang berbeda, hanya lima huruf Mia yang terasa asing dihp-ku, ‘suasa’ apa artinya ya....

Dalam kekantukanku ku tak menyangka kalau Tuhan masih ‘beriman’ kepada huruf ‘r’ menjadi Rasul-Nya yang diutus untuk kaum mesisir FDI, sambil ku terhanyut dalam lamunanku, “apa ya passwordnya hingga ‘r’ menjadi ‘AL-AMIEN’ lagi di cairo sana?”. Bagi-bagi donk tips-nya.

Pasca tsunami sms, teman tersesatku di FDI ‘Zamronk’ pun nge-bel. Sejenak dia menyimak lagu jablai, ku angkat, ha.ha.ha ketawa dia penuh riang kemenangan. Masih dengan suasana kantukku, Bang Fauzi berikutnya yang teriaaak, “kita menang lagiiii, lagi mo konvoi nih”. Spontan aku pun teriak pula, hm....’team danco’ emang tangguh hi.hi.hi. Oh ya, Barok Khan pun ngebel, kalau kita dapet lagi katanya. Insya Allah katanya abis nujuh hari wafat bapaknya dia baru bisa ke Ciputat, and mau bikin tasyakuran buat kemenangan ntu.

Walau berada di pusat tsunami, gue pun ikut terhanyut dalam lautan kegembiraan. Kantuk sekejap ilang namun.... lapar mengundang nih. Tiba-tiba pula kenyang pula nih perut saat Hery oret-oret, “Duh...!Awake pd pegel iki, qt2 biz pd tasyakuran padang, td kn qt ngrm m.padang k Aceh dh nympe?”. Huh! Benar-benar kenyang makan sms luapan kepuasan dan keceriaan. BRAVO FDI!!!!

Decak kagumku buat temen-temen. Moga bukan hanya saat pemilu saja kebersamaan, kekeluargaan, kesemangatan itu nonjol. Tapi berlaku untuk selamanya. Walau mungkin.....ada sedikit perbedaan pendapat di tengah jalan nantinya, tidak mengurangi kesemangatan membangun FDI tanpa koma. Cukuplah perbedaan itu berlalu tanpa kata. Tampakkan kalau ‘r’ bukan milik satu kaum tapi milik FDI tanpa terkotak-kotak oleh golongan. Dan jangan biarkan sang presiden bekerja sendirian, KOMPAK MEEEN!!!. Sudah resiko emang, kuliah agak terganggu gak karuan, tapi kan dikit doank.

Kalau Sunan Gunung Jati berwasiat “ingsun titip tajug lan fakir miskin” maka aku mengigau “ingsun titip ‘sPinK’ dan penjilidan-pengarsipan dokumen kegiatan BEM apapun ke depan”.

Hm.....Jadi ingat lagi saat gue sms ke Barok-Eko-Fauzi-Zamronk
Remember pemilu is rememberku gawe pamflet dan coretan nakal
Yang terkenang adalah wajah Nurtam yang suram
Yang x bisa terulang sekarang...... 

DAN MEMANG BENAR-BENAR TERULANG

DULU SANG NABI LESUH SAAT DITINGGAL
ORANG YANG MENGASIH DAN DIKASIHI
TUHANPUN TAU APA YANG HARUS DILAKUKANNYA
MENG-ISRA DAN MI’RAJ SANG NABI
YANG KU TAU.....
ITULAH PENGHARGAAN TUHAN BUAT KHADIJAH SANG PEREMPUAN

KU KHAYALKAN.....
KEMENANGAN ‘R’ FDI 06-07 = ISRA MI’RAJ
ADALAH SEBUAH ANUGERAH KETULUTUSAN.......KEPERCAYAAN....
DAN TUHAN-PUN TERSENYUM PENUH KEMESRAAN

Meulaboh, 00.30-an
Rabu, 14 September 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Matur nuwun, sampun mlebet teng saung gue
monggo telusuri dan ninggalin jejak