Haji Lane Street, Cerita Gang Kecil di Singapura

Hellooo… akhir tahun kamu mau menghabiskan uang di mana? Ups maksud saya, ke mana kamu pergi di holiday akhir tahun? Hehe Kalau t...

19 Maret 2012

PENGALAMAN: OLEH-OLEH TERKHAS JAMA'AH HAJI TANAH AIR

Ketika pamannya sampai di Tanah Air, seusai menunaikan ibadah haji, ia malah terserang gejala tipesnya yang menggejala. Tubuhnya terasa panas dingin, bibirnya pecah-pecah, tenggorokan kering, dan susah buang air besar. Anak kecil yang baru sembuh beberapa bulan dari khitan itu, tak mengerti kenapa di rumah pamannya penuh ramai orang bertamu. Yang ia paham, oleh-oleh apa yang akan ia dapatkan dari pamannya yang baru pulang dari Tanah Suci.

Sore hari, ketika tamu berangsur sepi, bersama orang tuanya, ia mengunjungi pamannya. “Ini…, minum air zamzam, biar waras dari demamnya,” ujar sang paman. Dengan ucap basmalah, ia teguk secangkir mungil air zamzam itu. Terasa berbeda dari air putih yang biasa ia teguk. Dan efek positif terhadap tubuhnya langsung terasa, walau tak sekejap langsung sembuh dari demamnya. Betul-betul air zamzam.

Banyak yang ditunggu ketika seorang haji baru tiba di Tanah Air. Hal ini menjadi keharusan bahkan kewajiban tersendiri bagi seorang haji baru itu mempersiapkan diri membawa oleh-oleh khas Tanah Suci. Hingga yang khas Tanah Suci pun bisa didapatkan di Tanah air, memudahkan bagi seorang haji berbelanja dan meringankan beban pundaknya.

Tidak kalah khas Tanah Sucinya, selain barang-barang seperti korma, tasbeh, topi haji, dan sejenisnya, pengalaman seorang haji ketika di Tanah Suci menjadi oleh-oleh khas tersendiri yang banyak diburu juga di Tanah Air. Bahkan oleh para jurnalis elektronik, para publik figur ataupun para selebriti menjadi target untuk diburu oleh-oleh pengalamannya. Di salah satu stasiun tv nasional pun, secara live ketika para jama’ah haji masih di Tanah Suci, oleh-oleh pengalaman haji bisa diburu. Apakah ini hanya fenomena di Indonesia saja kah?

Sebanyak para tamu yang datang ke rumahnya, sebanyak itu pula seorang haji mengulang dan mengulang pengalamannya ketika di Tanah Suci, tiada sungkan dan bosan.

Banyak juga orang bersugesti, bahwa segala watak asli manusia, di sana akan terlihat keasliannya. Banyak rupa tentang bagaimana diperlihatkannya watak keaslian seorang manusia dari seorang haji itu sendiri. Benarkah? Kadang ini terbukti. Tersugestikah anda?

Salah satu misal, seorang ibu haji bercerita, ia tidak merasakan angin ribut nan kencang ketika pada saat dan sekitar tempat yang sama teman-teman dalam kelompoknya bercerita kalau mereka barusan merasakan angin ribut. Sedikit pula, ia bercerita kisah-kisah teman satu kelompoknya, dari watak yang positif dan negatif yang terbiasa di Tanah Air, yang secara spontan juga ternyatakan dalam perbuatan ketika di Tanah Suci. Toh, meski sebenarnya siapapun dari jama’ah haji selama di Tanah Suci ingin benar-benar melakukan hal positif, lillahi ta’ala, hanya untuk beribadah. Mumpung di Tanah Suci.

Adalah pengalaman yang terberat bagi dirinya, ibu haji tersebut, ketika ia hendak membeli sesuatu, sementara sama sekali kehabisan uang yang ada di kantong, balik kepondokan terlalu jauh. Pada saat itu pula salah seorang haji dari negeri lain menunjuk segepok uang di atas tanah. Dengan bahasa yang tak dipahami namun bisa dipahami, sederhananya “Bu..., itu uangnya jatuh” dengan nada memaksa orang tersebut menyuruhnya untuk mengambil uang tersebut segera, karena itu milik si ibu, katanya.

Dalam benaknya, bercabang dua. Ia berpikir itu mungkin rezeki baginya yang Allah limpahkan min haitsu la tahtasibien. Pada sisi lain dalam hatinya berujar, itu bukan hak miliknya, sama sekali tidak ada kebolehan untuk mengambil selain haknya. Ia pun beranjak pergi dari tempat itu tanpa sama sekali mengambil uang yang tergeletak itu.

Tentu masih banyak lagi kisah pengalaman para jama’ah haji yang terkisahkan di Tanah Air. Kisah sederhana namun menjadi luar biasa dan teristimewa ketika kisah itu terjadi saat menunaikan ibadah haji, dan dikisahkan oleh seorang haji pulaa. Ada saja hikmah istimewa yang terambil oleh para pendengarnya, nyambi ngemil kurma, kacang arab, dan secangkir zamzam.

Adakah sugesti?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Matur nuwun, sampun mlebet teng saung gue
monggo telusuri dan ninggalin jejak