Masih seperti yang dulu,
semerenmu masih menjadi puser bumi rupiah pribumi,
lawang gedemu yang cemeng manis masih beraroma kemenyan kembang wewangi.
Masih seperti yang dulu,
Wasiatmu masih menjadi slogan yang mati,
Tajug-tajug berparas letih dan sepi bersanding bakiak sebelah kaki,
Alif kecil masih menyadong bersajadahkan daun jati.
Sepi dan benci aku sendiri,
Apakah harus lari ke hutan lalu ke pantai.
Dulu sekarang mendatang masih seperti dulu,
Kau lelap tertidur dalam senyum,
Mimpimu masih terjepit gunung sembung wa gunung jati.
Bosan dengan penat,
Masih saja berangkat dengan pekat,
Ke mana kepulan kemenyan pembawa pesan itu pergi
Take Eazy GOD...:)
Haji Lane Street, Cerita Gang Kecil di Singapura
Hellooo… akhir tahun kamu mau menghabiskan uang di mana? Ups maksud saya, ke mana kamu pergi di holiday akhir tahun? Hehe Kalau t...
-
AMINA, demikian judul sebuah novel karya Mohammed Umar, seorang berkulit warna yang meraih gelar masternya di Moscow State University (1991)...
-
Dalang : “Akhir bulan tahun 3005, al kisah seorang pemuda sok tampan bila terlihat dari jarak 10 km, sedang terbuai akan satu kata “cinta”...
-
Bayangkan Ramadhan adalah seorang kekasih. Seorang kekasih yang setahun lamanya kita tak jumpai, walau hanya alakadarnya nongol di SMS ...
13 September 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Matur nuwun, sampun mlebet teng saung gue
monggo telusuri dan ninggalin jejak