
Di ujung petang Baiturrahman
Pipi awan merah merona
Bola-bola cahaya nampak
menampakkan penampakan
”Close”
demo pintu-pintu warung berpintu
Aura berangsur hening
Beriiring lantunan pita suci dan irama percikan kran serambi
Tanpa hantaran kentongan
Adzan pun berkumandang
Tanpa jemu-jemu
Menghipnotis relung kalbu
Ku lihat tampangmu
Hm… semanis paras wajahmu
Sekali lagi…
Ku lihat tampangmu
Terdampar dalam formalitasmu
Adakah berarwah serambi mekkah-ku
Baiturrahman, 18 Februari 2007/1 Imlek 2558
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Matur nuwun, sampun mlebet teng saung gue
monggo telusuri dan ninggalin jejak